BAHAYA DAN DAMPAK BURUK KEMAKSIATAN


      Bahaya Dosa terhadap Ruhani dan Jasmani
Harus diketahui bahwa dosa dan kemaksiatan itu berbahaya. Sudah tentu bahayanya  terhadap hati itu seperti bahaya racun bila masuk ke dalam jasad, sesuai dengan tingkatan bahaya masing-masing racun. Baik di dunia maupun di akherat, tidak ada keburukan dan penyakit melainkan penyebabnya adalah dosa dan maksiat.

·         Terhalang Mendapatkan Ilmu
Ilmu adalah cahaya yang dimasukkan allah ke dalam hati seorang hamba, sedangkan maksiat akan mematikan cahaya tersebut.
Ketika imam Syafi'I duduk berguru di hadapan Imam Malik dengan membacakan kitab kepadanya, maka Imam Malik terkagum oleh kecepatan hafalanya, kecerdasannya yang sangat semerlang dan pemahannya yang sempurna. Beliau berkata kepadanya," sungguh aku melihat bahwa allah telah memberikan cahaya kepadamu, maka jangan padamkan cahaya itu dengan kegelapan maksiat.


·         Terhalang Mendapatkan Rezeki
Sebagaim,an taqwa itu mendatangkan rizki, maka meninggalkan ketaqwaan akan mendatangkan kefakiran. Tidak ada rezeki yang bisa diraih seperti ketika diraih dengan cara meninggalkan kemaksiatan.

·         Kemurungan Pelaku Maksiat di Hadapan Allah
·         Kemurungan Pelaku Maksiat di Hadapan Manusia
·         Urusan Menjadi Sulit
·         Kegelapan di Hati
·         Lemahnya Hati dan Jasmani
·         Terhalang Melakukan Ketaatan
·         Mengurangi Umur dan Menghilangkan Barakah
·         Satu Kemaksiatan akan Melahirkan Kemaksiatan Lainnya
·         Melemahkan Keinginan Berbuat Baik
·         Tidak Memandang Buruk Suatu Kemaksiatan

Seseorang yang biasa mengerjakan kemaksiatan tidak lagi memandang buruk suatu perbuatan dosa. Artinya, dosa sdan kemaksiatan itu sudah menjadi kebiasaan bagi dirinya. Ia pun tidak merasa risih bila  dilihat orang lain ketika ia berbuat kamaksiatan. Ia juga tidak peduli jika ada ornag lain yang memperingatkannya.
·         Kemaksiatan Sebagai Warisan Kaum Durhaka Terdahulu
·         Kemaksiatan Menyebabkan kehinaan Seorang Hamba
·         Menganggap Remeh Perbuatan Dosa
·         Kemaksiatan akan berakibat kepada Pelakunya dan makhluk lain
·         Kemaksiatan Mewariskan Kehinaan
·         Kemaksiatan Merusak Akal
·         Kemaksiatan akan Menutup Hati Pelakunya
·         Kemaksiatan Menyebabkan Kutukan (Laknat)
·         Terhalang Mendapatkan Doa dari Nabi dan Para Malaikat

Allah ta'ala memerintahkan Nabi-Nya agar memohonkan ampunan untuk orang[orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan. Alllah berfirman:
(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, Maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga 'Adn yang Telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,  Dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu Maka Sesungguhnya Telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan Itulah kemenangan yang besar".(QS. Ghafir: 7-9)


Beberapa Contoh Akibat Berbuat Maksiat
Kemaksiatan Menimbulkan Kerusakan
Allah berfirman,
tygsß ßŠ$|¡xÿø9$# Îû ÎhŽy9ø9$# ̍óst7ø9$#ur $yJÎ/ ôMt6|¡x. Ï÷ƒr& Ĩ$¨Z9$# Nßgs)ƒÉãÏ9 uÙ÷èt/ Ï%©!$# (#qè=ÏHxå öNßg¯=yès9 tbqãèÅ_ötƒ ÇÍÊÈ
'' Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).''( QS. Ar-Rum: 41)

·         Kemaksiatan Menyebabkan Terjadinya Longsor dan Gempa
·         Kemaksiatan berdampak terhadap Postur Fisik Manusia

Imam Tirmidzi dalam kitab jami'-nya mambawakan riwayat bahwa Nabi bersabda,"Allah menciptakan Adam dengan tinggi badan enam puluh hasta, dan postur tubuh manusia itu terus mengecil hingga sekarang."

·         Kemaksiatan Memadamkan Rasa Cemburu
·         Kemaksiatan Menghikangkan Rasa Malu
·         Kemaksiatan Melemahkan Hati dalam Mengagungkan Allah
·         Hilangnya Kewibawaan Pelaku Maksiat di Mata Sesama Makhluk

Sejauh mana seseorang itu mencintai Allah, sejauh itu pula manusia akan mencintainya. Sejauh mana rasa takut seorang hamba kepada allah, sejauh itu pula ia akan ditakuti oleh sesssama makhluk. Sejauh mana pengagungan seorang hamba kepada Allah ssejauh itu pula penganggungan manusia kepadanya. Lalu, bagaiman seorang hamba  sampai melanggar kehormatan-kehormatan Allah, sementara ia sendiri tidak ingin bila kehormatannya dilanggar.

·         Kemaksiatan Menyebabkan Pelakunya Dilupakan Allah
·         Kemaksiatan Menyebabkan Seorang Hamba Lupa akan Dirinya Sendiri
·         Kemaksiatan Mengeluarkan Hamba dari Sikap Ihsan
·         Kemaksiatan Mengeluarkan Seseorang dari Kebaikan
·         Kemaksiatan Melemahkan Perjalanan Hati Menuju Allah
·         Kemaksiatan akan Menghilangkan Nikmat

Seorang hamba tidaklah kehilangan nikmat kecuali disebabkan oleh dosa. Tidak ada bencana yang menimpa dirinya kecuali disebabkan oleh dosa yangdilakukannya.
!$tBur Nà6t7»|¹r& `ÏiB 7pt6ŠÅÁB $yJÎ6sù ôMt6|¡x. ö/ä3ƒÏ÷ƒr& (#qàÿ÷ètƒur `tã 9ŽÏWx. ÇÌÉÈ
 Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).( QS. Asy Syura: 30)

·         Kemaksiatan Menimbulkan Ketakutan di Hati
·         Kemaksiatan Menjadikan Keterasingan di Hati
·         Kemaksiatan Menyebabkan Sakitnya Hati
·         Kemaksiatan Membutakan Pandangan Hati
·         Kemaksiatan akan Mengecilkan Jiwa Menusia

Kemaksiatan akan mengecilkan jiwa sebagaiman ketaatan itu akan menumbuhja, membersihkan dan membuatnya menjadi besar. Allah berfirman,
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.(QS. Asy syams: 9-10)


  • Pelaku Maksiat Berada dalam Penjara Syahwatnya
  • Kemaksiatan akan Menjatuhkan Martabat dan Kemuliaan Manusia
  • Kemaksiatan Mendatangkan Cela
  • Kemaksiatan Merusak Akal
  • Kemaksiatan Menyebabkan Keterputusan Hubungan
  • Kemaksiatan Menghapus Berkah Umur dan Berkah Rezeki
  • Kemaksiatan Menjadikan Rendah Pelakunya
  • Kemaksiatan Menyebabkan Setan Jin dan Manusia Semakin Berani Kepada Pelaku Maksiat
  • Kemaksiatan Melemahkan Hamba di Hadapan Dirinya Sendiri
  • Kemaksiatan Membutakan Hati
  • Kemaksiatan Menjadikan Kuat Musuh Pelaku Maksiat
  • Kemaksiatan Menyebabkan Hamba Lupa kepada Dirinya Sendiri
  • Kemaksiatan Melenyapkan Nikmat
  • Kemaksiatan Menjauhkan Hamba dari Malaikat Pendampingnya
  • Kemaksiatan Membinasakan pelakunya

Macam-macam Dosa dan Hukumannya yang Bersifat Syar'iyah maupun Qadariyah

Hukuman Dosa:
Hukuman Syar'iyah
Hukuman syar'iyah adalah hukuman yang disyari'atkan Allah sesuai dengan kadar kerusakan yang ditimbulkan oleh dosa yaaang dilakukan seseorang. Allah menjadikan hukuman ini menjadi tiga jenis: hukuman mati (dibunuh), memotong anggota tubuh, dan dera. Hukuman mati biberlakukan untuk tindak kejahatan yang setingkat dengan kekufuran serta yang berada di bawahnya dan dekat dengannya, yaitu zina dan liwath. Tindakan-tindakan seperrti itu bisa merusak agama dan merusak keturunan (nasab) manusia itu sendiri.

Macam-macam perbuatan dosa
Allah membagi dosa itu menjadi tiga macam:
Pertama, dosa yang terdapat hukuman hadnya. Dalam hal ini Allah tidak mensyri'atkan adanya kafarat, karenan sudah cukup dengan had.
Kedua, dosa yang tidak ada hukuman hadnya. Dalam hal iniii Allah mensyari'atkan adanya kafarat, seperti bersenggama di siang hari bulan ramaddhan, bersenggama ketika sedang ihram, zhihar,  membunuh secara tidak sengaja, melanggar sumpah dan sebagainya.
Ketiga, dosa yang tidak ada ketentuan hukuman had dan juga tidak aada kafaratnya, jenis ini terbagi menjadi dua:
1.      Dosa yang disebabkan oleh dorongan naluri, sperti makan kotoran, minum air kencing dan darah'
2.       Dosa yang kerusakannya lebih rendah dari kerusakan yang ada hukuman hadnya, seperti melihat perempuan lain, mengecup, menyentuh dan bercakap-cakap, mencuri harta yang kurang dari tiga dirham, dan sejenisnya.

Jenis-jenis kafarat
Hukuman Qadariyah
Hukuman qadariyah itu terbagi menjadi duajenis, pertama, jenis hukuman yang menimpa hati dan jiwa. Kedua, jenis hukuman yang menimpa jasmani dan benda.
Hukuman yang menimpa hati massih dibagi menjadi dua macam. Pertama, rasa sakit yang mendera hati. Kedua, diputusnya materi-materi yang menyebabkan hati menjadi hidup dan baik.
Sementara itu hukuman-hukluman qadariyah terhadap jasad juga terbagi menjadi dua; hukuman di dunia dan hukuman di akhirat.

Contoh-contoh Hukuman Qadariyah terhadap Hati
1.      Tertutupnya hati
2.      Frustasi dari melakukan ketaatan
3.      Menulikan hati
4.      Terkuburnya hati
5.      Hati menjadi jauh dari kebaikan
6.      Berubahnya hati
7.      Hati menjadi terpedaya
8.      Keterbalikan hati
9.      Terhalangnya hati dari Rabb
10.  Kehidupan yang sempit dan tersiksa (mendapat adzab)

Bagaimana Hati yang ''Sehat"Bisa Selamat?
Macam-macam Dosa
Pangkal perbuatan dosa itu ada dua macam:meninggalkan peerintah dan mengrjakan larangan. Keduanya sama-sama dosa, dimana Allah pernah menguji nenek moyang jin (Iblis) maupun manusia( Adam)
1.Dosa-dosa mulkiyah
Adalah dosa yang dilakukan oleh hamba berkenaan dengan sesuatu yang sama sekali tidak layak baginya, yang berupa sifat-sifat rububiyah, seperti keagungan, kesombongan dan merasa kuat sendiri sehingga berbuat semena-mena.
Yang termasuk dalam kategori ini adalah menyekutukan Allah (syirik).
2.Dosa-dosa syaithaniyah
Yaitu perbuatan yang menyarupai perilaku setan,, seperti dengki, melampaui batas, menipu dan sebagainya.
3.Dosa-dosa sabu'iyah
Yang termasuk dalam kategori dosa-dosa sabu'iyah (kebuasan) adalah dosa-dosa permusuhan, mengambil barang orang lain tanpa izin, menumpahkan darah, dan sebagainya. Dari dosa ini akan lahir pula berbagai tindakkan yang menyakitkan atau merugikan orang lain serta keberanian di dalam melakukan kezhaliman dan permusuhan.
4.Dosa-dosa bahimiyah
Contohnya adalah rakus dan selalu ingin memenuhi keinginan perut dan syahwat kelamin. Dari sini akan lahir perbuatan zina, mencuri, memakan harta anak yatimdan seterusnya.

Dosa Besar dan Dosa Kecil
Baik Al Qur'an dan sunah maupun ijma' sahabat dan tabi'in serta para imam, seluruhnya menyatakan bahwa dosa itu terbagi manjadi dua macam; dosa-dosa besar (kaba'ir) dan dosa-dosa kecil (shaga'ir), allah berfirman,
bÎ) (#qç6Ï^tFøgrB tÍ¬!$t6Ÿ2 $tB tböqpk÷]è? çm÷Ytã öÏeÿs3çR öNä3Ytã öNä3Ï?$t«Íhy Nà6ù=ÅzôçRur WxyzôB $VJƒÌx. ÇÌÊÈ  
" Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)."(an Nisa:31)
Allah k juga berfirman,
tûïÏ%©!$# tbqç7Ï^tGøgs uŽÈµ¯»t6x. ÉOøOM}$# |·Ïmºuqxÿø9$#ur žwÎ) zNuH©>9$#  
 (yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil.
  Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi ` bersabda,''Shalat lima waktu, ibadah jum'ah kejum'ah berikutnya, ramadhan ke ramadhan berikutnya , menjadikan penghapus dosa yang terjadi dalam rentang waktu antara keduanya, asalkan dosa-dosa besar dijauhi."(HR. Muslim, no.233)
Amalan yang bisa menghapuskan dosa itu terbagi menjadii tiga tingkatan
Pertama, amalan-amalan yang belum mampu menghapuskan dosa-dosa kecil, mengingat kelemahannya dan lemahnya keikhlasan di dalam mengamalkan dan menunaikan hak-haknya.
Kedua,amalan-amalan yang mampu melawan doa-dosa kecil dan menghapuskanya, namun tidak mampu naik menuju penghapusan sedikit dari dosa-dosa besar.
Ketiga,amalan-amalan yang memiliki kekuatan untuk menghapus dosa-dosa kecil dan memiliki kekuatan untuk bisa menghapus sebagian dari dosa besar.

Jumlah dosa besar
Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah dosa besar, Abdullah bin Mas'ud mengatakan ada empat, Abdullah bin Umar mengatakan ada tujuh. Abdullah bin Amru bin al 'Ash mengatakan ada sembilan. Yang lain mengatakan ada sebelas, ada lagi yang mengatakan ada tujuh puluh.
Abu Thalib Al Makki mengatakan, ''Aku himpun dari perkataan para sahabat dan kemudian dapat kami simpulkan bahwa dosa besar itu ada empat yang terdapat di dalam hati, yaitu menyekutukan Allah k ,terus menerus berbuat maksiat, putus asa dari rahmat Allah k, serta merasa aman dari makar Allah k . Empat macam terdapat pada lisan, yaitu bersaksi palsu, menuduh berzina wanita yang menjaga kesuciannya, sumpah palsu, dan sihir. Tiga dosa besar terdapat pada perut, yaitu minum khamr, makan harta anak yatim, dan makan riba. Dua dosa besar yang terdapat pada kemaluan, yaitu zina dan liwath (homosek). Dua dosa besar terdapat pada tangan, yaitu membunuh dan mencuri. Satu dosa besar terdapat pada kaki, yaitu lari dari medan pertempuran. Dan, satu lagi berkaitan dengan seluruh jasad, yaitu durhaka kepada orang tua.
Sementara itu, kalangan ulama yang tidak membatasi jumlah tertentu, diantaranya mengatakan,''setiap yang dilarang oleh Allah di dalam Al Qur'an adalah dosa besar dan segala yang dilarang oleh Rasulullah ` adalah dosa kecil.''
Sebagian yang lain mengatakan,"Setiap bentuk larangaan yang diiringi dengan ancamanm entah berupa laknat, atau kemurkaanm atau hukuman adalah dosa besar. Sedangkan yang tidak diiringi dengan ancaman seperti itu adalah dosa kecil."
Golongan lain bependapat,"Setiap larangan (dosa) yang hadnya di dunia atau ancaman di akhirat adalah bagian dari dosa besar, sadangkan yang lain adalah dosa kecil." 
   
Dosa-dosa Besar
1.  Syirik
Allah ktelah mengutus para Rasul-Nya, menurunkan kitab-kitab-Nya dan menciptakan langit dan bumi agar Dia dikenal, diibadahi dan ditauhidka. Sehngga ketundukan itu seutuhnya hanya agi Allah k ,demikian juga ketaatan dan pemanjatan doa. Allah k berfirman,
Manakala perbuatan syirik itu sendiri menafikan tujuan dari penciptaaan ini, maka secara mutlak ia menjadi dosa yang terbesar. Di sini Allah k menghaamkan surga atas setiap orang yang musyrik. Allah k juga menghalalkan darah, harta, maupun keluarga orang musyrik itu bagi orang yag bertuhid, serta menjadikannya sebagai buddak mereka.
Syirik itu ada dua macam;
Pertama,syirik yang berkaitan dengan dzat yang disembah, nama-namaNya, sifat-sifatNya dan perbuatan-Nya. Syirik jenis ini terbagi menjadi dua macam;
·               Syirik at ta'thil (syirik dalam bentuk meniadakan nama, sifat dan perbuatan Allah k). ini merupakan jenis syirik yang paling buruk, seperti syiriknya Fir'aun ketika ia mengatakan,"Siapa Rabb semesta alam itu?" (Asy Syura: 23).
Antara syirk dan ta'thil itu saling berkaitan. Setiap orang musyrik adalah penganut ta'thil (diaebut mu'athil). Da setiap mu'atil adalah musrik. Hanyasanya, syirik itu tidak mengharuskan adanya pangkal dari ta'til. Bahkan orang musyrik terkadang masih mengakui al Khaliq dan sifat-sifat-Nya, akan tetapi ia menta'tilkan hak tauhid.
Pangkal dari syirik dan menjadi pondasi pijakannya adalah ta'thil. Ia trebagi menjadi tiga macam:
1. men-ta'til (menganggap tidak ada) terhadap ciptaandari pencipta.
2. menta'til pencipta dari kesempurnaan yang suci dengan meniadakan nama-nama, sifat-sifat dan perbuatannya.
menta'til muamalah dengan-Nya berkenaan dengan apa yang menjadi kewajiban atas hamba yang berupa hakekat tauhid.
·         Kesyirikan orang yang menjadikan adanya sembahan (ilah) lain di samping Allah k, namun ia tidak menta'tilkan nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya maupun rububiyah-Nya
Kedua,syirik yang berkaita dengan peribadahan dan hubungannya dengan Allah k, sekalipun orang yang melakukan hal tersebut meyakini bahwa Allah ktidak memiliki sekutu berkenaan dengan Dzat-Nya, sifat-Nya, maupun perbuatannya.
Syirik dalam hal ibadah ini terbagi menjadi dua; syirik akbar dan syirik ashgar. Syirik akbar merupakan dosa besar dan dosa yang terbesar. Dosa ini tidak bisa diampuni Allah k. yang yang termasuk dalam kategori ini adalah menyekutuka Allah dalam hal cinta dan pengagungan.

Syirik dalam Hal Amal Perbuatan
Di antara bentuknya adalah seperti sujud kepada selain Allah, mengerjakan thawaf selain di Baitullah, menggundul kepala dalam rangka ubudiyah dan tunduk kepada selain Allah k, mengecup batu selain Hajar Aswad, mengecup kuburan dan bersujud kuburan.
Dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa Nabi ` bersabda,''Allah melaknat kaum Yahudi dan Nasrani karena mereka telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai ''masjid''(tempat ibadah).(HR.al Bukhari dan Muslim)


Syirik dalam Hal Perkataan
Di antara bentuk syirik kepada Allahfadalah syirik dalam hal perjataan, seperti bersumpah dengan selain Allahf. Imam Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkan bahwa Nabi ` pernah bersabda,
من حلف بغير الله فقد أشرك
"Siapa saja yang bersumpah demi selain Allah, maka ia telah berbuat syirik."

Syirik dalam Kehendak dan Niat
Syirik dalam kehendak dan niat itu laksana samudara yang tak bertepi, dan jarang sekali orang yang bisa selamat darinya. Orang yang meniatkan amal perbuatan selain untuk mencari ridha Allah, atau meniatkan sesuatu selain untuk mendekatkan diri kepada-Nya, maka ia telah berbuat syirik dalam hal niat dan kehendaknya.

Hakikat Syirik
Hakikat syirik adalah menyerupakan diri dengan Khaliq dan menyamakan makhluknya dengan-Nya. Inilah hakikat penyerupaan atau penyamaan.

2.  Buruk sangka (su'uzhan) kepada Allah
Jika persoalan di atas sudah sukup jelas, maka di sini terdapat satu dasar pokok yang menyibak rahasia masalah di atas, yaitu bahwa sebenarnya dosa paling besar di sisi Allah adalah berburuk sangka kepada-Nya. Orang yang berburuk sangka kepada Allah berarti telah memberikan anggapan yang bertolak belakang dengan kesempurnaan Allah yang suci serta mempunyai anggapan yang menggugurkan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Oleh karena itu, Allah mengancam orang-orang yang berburuk sangka kepada-Nya dengan suatu ancaman yang hanya ditujukan kepada mereka. Allah berfrman,

3.  Melakukan Kebohongan terhadap Allah tanpa Dasar Ilmu
Dosa berikutnya adalah melakukan kebohongan (mengatakan sesuatu yang tidak benar) terhadap Allah tanpa dasar ilmu. Baik berkenaan nama-nama Allah, sifat-sifatNya maupun perbuatan-perbuatanNya maupun mengenai pensifatan terhadap-Nya yang bertentangan dengan penyifatan yang Allah sendiri berikan untuk diri-Nya dan sebagaimana pensifatan yang diberikan Rasul-Nya. Perbuatan seperti iani sangat bertentangan dan bahkan menafikan kebijkasanaan Dzat yang mencipta dan memerintah serta merupakan pencacatan terhadap sifat rububiyah dan sifat-sifat khusus sebagai Rabb. Jika tindakan itu keluar berdasarkan pengetahuan yang diyakini, maka itu merupakan bentuk pembangkaan yang lebih buruk dari syirik dan lebih besar dosanya di sisi Allah.

4.  Kezhaliman dan Permusuhan
Mengingat bahwa kezhaliman dan permusuhan itu menafikan keadilan yang menjadi dasar berdirinya langit dan bumi, dan dengan dasar keadilan itu pula Allah mengutus para Rasul-Nya menurunkan kitab-Nya agar dilaksanakan oleh umat manusia ;maka keduanya menjadi bagian dari dosa besar besar di sisi Allah. Tingkatan dosa kezhaliman dan permusuhan itu sesuai dengan tingkatan kerusakannya itu sendiri.
5.  Pembunuhan
Mengingat mafsadah (dampak kerusakan) dari tindak pembunuhan adalah sedemikian rupa, maka Allah berfirman,
                                                                
6.  Zina
Dampak buruk perbutan zina sangatlah besar. Ia menafikan kemaslahatan sistem dunia ini di dalam memelihara nasab, menjaga kemaluan, melindungi kehormatan, serta tidak bisa mengantisipasi seuatu yang bisa menimbulkan permusuhan dan kebencian yang paling besar di tengah-tengah masyarakat. Yaitu perusakan terhadap isteri temannya sendiri, atau anak perempuannya, atau saudarinya, atau ibunya. Yang dermikian itu, jelas merusak dan menghancurkan tatanan masyarakat. Oleh karena itu, tingkat kerusakan zina ini berada satu tingkat di bawah kerusakan tindak pembunuhan. Ia termasuk bagian dari dosa besar. Oleh karena itu, Allah menyandingkannya dengan tindak pembunuhan seperti yang di sebutkan di dalam al kitab dan sunah.

Pintu-pintu Kemaksiatan
·   Pandangan
Lahadhat adalah pandangan yang mengantar kepada syahwat, menjaganya merupakan penjagaan terhadap kemaluan. Maka siapa saja yang mengumbar pendangan matanya, berarti ia hendak menjerumuskan dirinya ke dalam jurang kebinasaan. Pandangan merupakan akar dari kebanyakan bencana yang menimpa manusia. Diantara kerugian yang ditimbulkan oleh pandangan adalah timbulnya kepayahan-kepayahan, siksaan dan penyakit yang amat menyakitkan baginya.
·   Lintasan hati
Lintasan hati itu sifatnya sulit untuk dihadapi. Ia merupaka awal mula kebaikan dan keburukan. Lintasan hati itu terbagi menjadi menjadi empat :
Pertama, lintasan hati yang bisamendatangkan keuntungan duniawi.
Kedua,lintasan hati yang bisa menolak atau menghindarkan dari kerugian kerugain duniawi.
Ketiga, lintasan hati yang bisa mendatangkan kemaslahatan ukhrawi.
Keempat, lintasan hati bisa dijadikan untuk menolak  madharat ukhrawi.
Pikiran yang paling tinggi adalah manakala ia diperuntukkan untuk Allahf dan kampung akhirat, jika ia di peruntukkan bagi Allahf, maka ia terbagi menjadi beberapa jenis :
Pertama, memikirkan ayat-ayat Allahfyang telah diturunkan serta terikat erat dengannya.
Kedua, memikirkan ayat-ayat Allahfyang bisa disaksikan di alam nyata serta megambil pelajaran dairnya.
Ketiga,  memikirkan nikmat-nikmat Allahfdan kemurahan-Nya.
Keempat, memikirkan berbagai cacat diri dan berbagai penyakitnya serta memikirkan cacat amalan yang dilakukannya.
Kelima,  memikirkan kewajiban dan tugas yang terkait dengan waktu.
Selain dari kelima ini maka yang terjadi adalah was-was dari setan atau angan angan batil dan tipuan bohonya. Orang yang terkena penyakit ini seperti orang mabuk.  Allah telah merangkai dua jenis nafs pada manusia; nafs amarah jiwa yang memerintahkan untuk berbuat jahat, dan nafs muthmainnah jiwa yang tenang.
·   Ucapan kata
Cara menjaga ucapan kata adalah dengan tidak mengeluarkan kata-kata yang sia-sia, tidak berbicara kecuali yang diharapkan ada keuntungan terutama dalam hal agamanya.manusia itu mempunyai dua celah penyakit yang besar jika ia selamat dari salah satunya , maka ia tidak bisa selamat dari yang satunya lagi, celah itu adalah berbicara dan diam.
·   Langkah kaki
Adapun cara menjaga langkah adalah dengan tidak melangkahkankkaki kecuali menuju sesuatu yang diharapkan ada pahalanya di sisi Allahf. Jika langkahnya tidak mnambah pahala, maka duduk adalah lebih baik darinya.

Akibat berbuat zina
Dalam shahihain disbutkan bahwa Nabi ` bersabda,''Tidaklah halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga kondisi; seseorang yangtelah manikah yamng berrbuat zina (dirajam), orang yang melenyapkan jiwa orang lain (diqisash), dan orang yang meninggalkan agamanya (murtad) dan memisahkan diri dari jama'ah."
Rasulullah ` memulai dengan menyebutkan perbuatan yang paling banyak terjadi. Zina adalah perbuatan terlarang yang lebih sering terjadi daripada tindak pembunuhan. Begitu juga pembunuhan lebih sering terjadi daripada kemrutadan.
Jika wanita berzina, maka ia memuat aib pada keluarganya, suaminya dan karib kerabatnya. Mereka akan menanggung malu di hadapan manusia lain, terlebih jika ia sampai mengandung dari hasil zina.
Jika ia mengandung pada saat ia masih bersuami, maka ia berati telah memasukkan orang asing ke dalam keluarga suaminya. Dan juga keluarganya sendiri yang sebenarnya bukan dari bagian dari mereka. Lalu orang asing itu mewarisi mereka padahal bukan merupakan ahli warisnya. Orang asing ini juga melihat mereka, menyendiri dengan mereka, dan menasabkan diri kepada mereka, padahal sebenarnya ia tidak ada hubungannya sama sekali dengan mereka.
Dan masih banyak lagi dampak negatif lainnya dari perbuatan zina yang dilakukannya. Sedangkan jika yang berbuat zina adalah pihak laki-laki maka hal itu akan menyebabkan bercampurnya nasab, merusak wanita yang terjaga, serta menjerumuskan wanitanya ke dalam jurang kerusakan dan kebinasaan.
Dosa besar seperti ini menyebabkan kerusakan dunia dan agama. Betapa sering perbuatan zina itu menyebabkan terlanggatnya kehormatan, lenyapnya hak dan terjadinya tindak kezaliman.
Diantara dampak lainnya dari perbuatan keji ini adalah sebagai penyebab terjadinya kemiskinan, memendekkan umur, membuat malu pelakunya, sert menyababkan banyak dikutuk oleh manusia lain. Ia juga menghancurkan hati, membuatnya sakitb jika tidak malah mematikannya, serta mendatangkan kesedihan dan kegundahan. Jika seseorang mendengar berita bahwa istrinya atau kerabatnya melakukan tindak pembunuhan, maka yang demikian itu terasa lebih ringan bebannya daripada bila ia mendengar bahwa istrinya atau kerabatnya telah berbuat zina.
Maraknya perzinaan adalah bagian dari tanda-tanda hancurnya dunia dan dekatnya hari kiamat. Dalam shahihain disebutkan riwayat dari Anas bin Malik z bahwa ia berkata,''aku akan beritahu berita yang tidak akan diberitakan oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah ` bersabda,"di antara tanda-tanda kiamat adalah minimnya ilmu, munculnya kebodohan, maraknya perzinaan, sedikitnya jumlah kaum pria dan banyaknya jumlah kaum wanita, sampai-sampai jumlah wanita dan laki-laki adalah lima puluh berbanding satu.'' (HR.Bukhari dan Muslim)
Allah k memberikan tiga ciri khusus bagi had zina dibanding dengan jenis had lainnya dengan tiga macam hal;
Pertama, dihukum mati (dibunuh) secara sadis. Meski hukuman ini dapat diringankan karena pelakunya belum menikah, namun Ia tetap diberi hukuman badan yang berupa cambuk seratus kali dan juga hukuman batin yang berupa pengasingan atau pengusiran.
Kedua, Allah k melatang agar tidak perku merasa kasihan kepada otang yang berbuat zina yang berakibat tidak ditegakkannya hukuman terhadap mereka.
Ketiga, Allla k memerintahkan agar pelaksanan hukuman had ini disaksikan oleh orang mukmin dan tidak boleh dilaksakan secara tersembunyi.   

Liwath (Hubungan Sejenis)
Mengingat bahwa kerusakan dan dampak negatif yang ditinbulkan oleh perbuatan liwath begitu besar,maka hukumannya di dunia dan di akhirat juga sangat besar. Lalu, mana yang lebih besar dosanya;liwath ataukah zina? Para ulama berbeda pendapat mengenai apakah liwath itu lebih besar hukumannya dari pada zina, ataukah justru zina yang lebih keras hukumannya daripada liwath ataukah hukuman keduanya sama? Ada perbedaan pendapat mengenai masalah ini.
Pertama, al Hakim dan Abu Hanifah berpendapat bahwa hukuman liwath itu lebih ringan di bawah hukuman zina yaitu ta'zir (berdasarkan keputusan pemerintah atau hakim)
Kalangan ini beralasan karena liwath hanyalah bagian dari perbuatan maksiat yang tidak ditentukan secara pasti hukuman hasnya , baik oleh Allah k maupun Rasul-Nya. Selain itu ini merupakan bentuk persetubuhan di tempat yang sesungguhnya tidak disukai oleh naluri yang sehat. Liwath juga tidak disebut dengan perbuatan zina, baik menurut bahasa , syari' maupun adat.
Dalam kaedah-kaedah syeriat, di temukan bahwa kemaksiatan itu dilakukan oleh dorongan naluri,maka tidak perlu adanya hukuman had. Contoh lainnya adalah bahwa tidak ada had berkenaan dengan perbuatan menyetubuhi binatang atau mayat.
Kedua, jumhur ulama demikian juga meriwayatkan dari berbagai jalur periwayatan mengenai adanya ijma' di kalangan sahabat-sahabat mengatakan bahwa dalam hal kemaksiatan tidak ada kerusakan yang lebih besar dari kerusakan ini. Ia merupakan bentuk kerusakan nomor dua setelah kufur. Bahkan barang kali kerusaka tersebut bisa lebih besar daripada tindak pembunuhan.
Mereka mengatakan bahwa Allah k belum pernah menimpakan sanksi atas perbuatan dosa besar ini kepada seseorang pun sebelum kaum luth, dan memberikan hukuman yang belum pernah ditimpakan kepada umat manapun selain mereka. Oleh karena itu, orang yang dijasikan pasangan untuk melakukanperbuatan tersebut akan merasa lebih baik di bunuh daripada disetubuhi oleh pasangan sejenis. Sebab perbuatan seperti itu juga menyebabkannya harus dihukum mati
Mereka berpendapat dalil mengenai hal ini adalah bahwa Allah k tekah menyerahkan hukuman had (qishaah) terhadap pembunuh kepada pihak wali yang dibunuh.;ia bisa menuntut balas membunuh atau memberi maaf. Namun hukuman bunuh bagi pelaku liwath tidak ada pilihan lain, sebagaimana yang telah menjadi ijma' para sahabat dan juga sebagaiman ayang ditunjukkan oleh sunah Rasulullah ` yang shahih dan sharih, yang tidak bisa dibantah lagi. Bahkan, demikian itulah yang telah dipraktikan oleh para sahabat dan khulafaur rasyidin.
Obat Cinta yang Menjauhkan Dosa dan Maksiat dari Hamba
Obat Penyakit
1.      Menundukkan pandangan
Banyak sekali manfaat yang bisadipetik dari ghaddul bashar ini, di antaranya adalah
a.       Menjalankan perintak Allah k yang merupakan inti dari kebahagian hamba dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
b.      Mencegah daei pengaruh anak panah yang beracun.
c.       Menjadikan hati dekat dengan Allah k.
d.      Meneguhkan dan menghibur hati. Sebaliknya mengumbar pandangan akan melemahkan dan menyebabkan kesedihan hati.
e.       Melahirkan cahaya di dalam hati. Sebaliknya mengumbar pandangan akan menyebabkan hati menjadi gelap.
f.       Melahirkan firasat yang benar yang bisa membedakan antara yang haq dan yang bathil.
g.      Menjadikan hati teguh dan berani.
h.      Mencegah masuknya setan ke dalam hati .
i.        Memberikan kesempatan bagi hati untuk berfikir mengenai berbagai kemaslahatannya.
j.        Di antara hati dan mata itu ada jalan masuk yang menghubungkan antara keduanya. Jika salah satunya baik, maka yang lain akan menjadi baik pula, dan jika salah satunya buruk, maka yang lain juga rusak. Jika hati rusak, pandangan turut rusak. Demikian juga jika pandanngan rusak, hatinya turut rusak pula.
2.      Menyibukkan hati dengan hal yang dicintai
Sesungguhnya jiwa tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintai kecuali karena ada hal lain lagi yang jauh lebih dicintainya daripada yang ditinggalkannya. Atau, khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan yang bisa membahayakan dirinya karena bisa menghilangkan sesuatu yang dicintainya itu.
Dalam keadaan seperti itu, seseorang membutuhkan dua hal. Jika ia sampai kehilangan keduanya, atau salah satunya, maka hal itu tidak akan berguna lagi baginya.
Pertama, pandangan hati yang benar, yang bisa membedakan antara tingkatan-tingkatan sesuatu yang dicintainya dan sesuatu yang dibenci.
Kedua, kekuatan tekad dan kesabarnya yang memungkinkannya melakukan atau meninggalkan suatu perbuatan.
Antara Cinta kepada "Kekasih Sejati" dan Cinta kepada Makhluk
Sesungguhnya tidak mungkin bisa menyatukan dalam satu hati antara cinta kepada Kekasih Yang Mahatinggi engan cinta kepada makhluk, sebab keduanya merupakan dua hal yang saling berlawanan dan tidak akan pernah saling bertemu. Mencintai bentuk-bentuk fisik makhluk akan menghilangkan kecintaan  kepada sesuatau yang lebih berguna bagi seseorang. Bahkan ia kehilangan kecintaan yang mendatangkan kenikmatan, kebaikan, ddan kehidupan yang bermanfaat si dunia dan akhirat.
Tingkatan-tingkatan Cinta
1.      Al 'alaqah, dinamakan demikian karena adanya keterkaitan yang mencintai dengan yang dicintai.
2.      Ash shababah, dinamankan demikian karena adanya curahan hati kepada pihak yang tidak dicintai.
3.      Al gharam, yaitu keterpautan atau kelekatan hati kepada kepada yang dicintai secara berkesinambungan sehingga tidak bisa terlepas. Oleh karena itu orang yang berhutang disebut gharim karena ia punya keterkaitan dengan pihak yang memberi utang.
4.      Al 'isyq, yaitu mencintai secara berlebihan.
5.      Asy syauq, yaitu perjalanan hati menuju yang dicintai.
Tingkatan Cinta yang Tertinggi
Tingkatan cinta berikutnya dan merupakan yang terakhir adalah tatayum. Yaitu penyembahan atau penghambaan seseorang yang mencintai kepada yang dicintainya. Hakikat dari penghambaan (ta'abud) adalah merendah dan tunduk kepada pihak yang dicintai. Yang disebut dengan hamba (al 'abdu) adalah orang yang dibuat tertunduk oleh cinta kepada pihak yang dicintai.
Syirik dalam Kecintaan
Yang menjadi akar syirik kepada Allahfadalah syirik dalam hal cinta, sebagaimana firman Allah,
šÆÏBur Ĩ$¨Z9$# `tB äÏ­Gtƒ `ÏB Èbrߊ «!$# #YŠ#yRr& öNåktXq6Ïtä Éb=ßsx. «!$# ( tûïÉ©9$#ur (#þqãZtB#uä x©r& ${6ãm °! 3  
''Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. ''(QS. Al Baqarah; 165)
Mengingat bahwa yang menjadi kehendak Allahfdari makhluk-Nya adalah agar mereka memurnikan cinta ini hanya kepada-Nya, maka Allahfmenolak keras setiap orang yang menjadikan kekasih, penolong atau pemberi syafa'at selain-Nya. Allah berfirman,
ª!$# Ï%©!$# t,n=y{ ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur $tBur $yJßguZ÷t/ Îû Ïp­GÅ 5Q$­ƒr& ¢OèO 3uqtGó$# n?tã ĸöyèø9$# ( $tB Nä3s9 `ÏiB ¾ÏmÏRrߊ `ÏB <cÍ<ur Ÿwur ?ìÏÿx© 4 Ÿxsùr& tbr㍩.xtFs? ÇÍÈ
''Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, Kemudian dia bersemayam di atas 'Arsy. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?''( QS. As Sajadah; 4)
Maksudnya adalah hakekat 'ubudiyah tidak akan terwujud jika disertai kemusyrikan kepada Allahfdalam hal cinta. Ini berbeda sekali dengan mencintai sesuatu demi kecintaan kepada Allahf.Yang kedua ini adalah konsekuensi 'ubudiyah. Mencintai Rasulullah ` , dan bahkan mendahulukan kecintaan kepada beliau daripada diri sendiri, orangtua, dan anak-anak merupakan suatu keharusan, dimana keimanan itu tidsak akan sempurna kecuali dengannya. Sebab, mencintai Rasulullah menjadi bagian dari kecintaan kepada Allahf.Demikian juga segala bentuk kecintan demi dan untuk Allah.
Macam-macam Cinta
Di sini terdapat  empat macam cinta yang harus dibedakan. Sudah pasti tersesat siapa saja yang tidak bisa membedakan.
Pertama, محبّة الله (mencintai Allah). Cinta seperti ini tidak cukup untuk menjamin keselamatan seorang hamba dari adzab Allah dan mendapat keuntungan dengan menerima pahala dari-Nya. Sebab, orang yang musyrik, kaum  salibis, kaum Yahudi dan juga golongan lainnya juga mencintai Allah.
Kedua, محبّة ما يحبّ الله (mencintai apa yang dicintai Allah). Jenis inilah yang memasukkan seseorang ke dalam islam dan mengeluarkan darinya.
Ketiga, الحبّ لله وفيه (cinta untuk dan karena Allah). Ini merupakan nagian dari konsekuensi mencintai apa yang dicintai oleh Allah. Kecintaan kepada apa yang dicintai oleh Allah tidak akan terwujud kecuali harus dengan syarat bahwa kecintaannya itu semata untuk dan karena Allah.
Keempat, المحبّة مع الله (cinta mendua kepada allah)
Kelima,المحبة الطبعية (cinta naluri), yaitu kecondongan manusia kepada segala sesuatu yang sejalan dengan nalurinya, misalnya orang yang haus, tentu cinta kepada air. Kecintaan seperti ini tidak tercela, kecuali jika hal itu sampai melalaikan seseorang dari dzikir serta menyibikkan atau mengganggu kecintaannya kepada Allah.
Cinta yang Sempurna
Tingkatan cinta yang selanjutnya adalah Al Khullah. Khullah adalah kesempurnaan atau puncak dari cinta, dimana tidak ada lagi ruang di dalam hati orang yang mencintai kecuali hanya bagi yang dicintainya. Ini merupakan tempat yang tidak menerima adanya persekutuan sama sekali dalam bentuk apapun. Ini adalah kedudukan yang khusus bagi dua khalil, yaitu Nabi Ibrahims p  dan Muhammad`
Melebihkan Kecintaan kepada Dzat Paling Tercinta

Macam-macam Obyek Cinta
Ada dua macam objek cinta, yaitu sesuatu yang dicintai karena faktor dirinya sendiri (mahbub li-nafsi), dan sesuatu yang dicintai karena faktor dari luar (mahbub lighairihi). Namun jenis yang kedua akan berakhir pada jenis yang pertama. Segala sesuatu selain "mahbub yang haq'' adalah mahbub li ghairihi.
Cinta Sebagai Akar Segala Bentuk Amalan
Jika cinta merupakan akar setiap amalan, antah benar atau salah, maka akar segala bentuk amalan keagamaan adalah kecintaan kepada Allah dan rasul-Nya. Begitu juga akar dari segala bentuk perkataan yang bernilai agama adalah membenarkan Allah dan Rasul-Nya. Setiap kehendak yang mencegah atau menghalangi kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menyatukan kecintaan ini, atau syubhat yang menghalangi kesempurnaan pembenaran (tashdiq), maka ia berarti berlawanan dengan akar keimanan atau melemahkannya. Jika ia menguat sehingga benar-benar menentang akar kecintaan dan pembenaran, maka hal itu merupakan bentuk kekufuran atau syirik akbar. Namun, jika tidak sampai menentangnya, naka ia hanya menodai kesempurnaannya.
Cinta Terpuji dan Cinta Tercela
Jenis cinta tercela [ المحبة المذمومة] yang paling besra adalah mencintai sesuatu dengan kadar yang sama dengan kecintaan kepada Allah. Dalam hal ini, seseorang menyamakan antara cintanya kepada Allah dengan cintanya kepada sesuatu yang ia jadikan sebagai tandingan bagi Allah.
Sedangkan jenis cinta terpuji [المحبة المحمودة] yang paling agung adalah mencintai Allah semata dan mencintai sesuatu yang dicintai oleh-Nya. Cinta seperti ini meerupakan pangkal kebahagiaan. Tidaak ada seorang pun selamat dari adzab Allah kecuali dengannya.
Sebaliknya, cinta tercela yang merupakan pangkal kesengsaraan. Tidak ada yang kekal di dalam neraka selain orrang yang menduakan cinta seperti ini.        
Cinta Sebagai Akar Setiap Gerak
 
Pengaruh-pengaruh Cinta dan Konsekuensinya
Cinta itu mempunyai dampak, fungsi, konsekuensi, dan hukum, baik cinta yang terpuji maupun yang tercela, yang bermanfaat atau yang merugikan. Bentuknya adalah perasaan kejiwaan, rindu, rasa manis, gembira, menangis, sedih dan lainnya.
Cinta terpuji adalah jeeenis cinta yang bermanfaat yang akan mendatangkan sesuatu ynag bermanfaat di dunia dan akhirat bagi pemiliknya. Cinta seperti ini merupakan alamat kebahagiaan. Sebaliknya, cinta tercela adalah cinta yanh mendatangkan kerugian bagi pemiliknya, baik di dunia maupun di akhirat. Yang mana ini merupakan tanda kesengsaraan seseorang.
Cinta Sebagai Pangkal Setiap Agama
 Sebagaiman cinta dan kehendak itu merupakan pangkal atau sumber dari setiap perbuata, maka ia juga merupakan pangkal dari setiap agama, entah agama yang benar atau bathil. Agama itu berisi amalan-amalan bathin dan amalan-amalan lahir, sedangkan cinta dan kehendak merupakan itu semua.
'Isyq, Penyakit dan Obatnya
Cinta bagi roh aaadalah seperti makanan bagi jasad. Jika engkau tinggalkan, maka ia akan merugikan, namun jika engkau terlalu kebanyakan di dalam menggunakannya, maka bisa-bisa ia membunuhmu.