Abu Hurayroh mengisahkan. . .
Dahulu ada seorang wanita dari Bani Israil sedang menyusui bayinya. Kemudian lewatlah seorang laki-laki yang berkendaraan sangat bagus dan berwajah tampan. Ibu itu pun berdo’a, “Yaa Allah, jadikanlah anakku seperti orang itu.”
Abu Hurayrah berkata, “Seolah-olah aku masih melihat Rasulullah -shallallahu ‘alayhi wasallam-sewaktu menirukan cara bayi itu menetek lagi kepada ibunya, yaitu beliau melamut jari telunjuknya ke dalam mulutnya dan menghisapnya.
Kemudian lewat orang-orang dengan seorang budak wanita. Orang-orang itu memukuli budak wanita tersebut sambil berkata, “kamu berbuat zina, kamu mencuri!”
Budak perempuan itu hanya bisa menjawab, “Hasbiyallah wa ni’mal wakiil.” (Cukuplah Allah sebagai penolongku dan sebaik-baiknya pelindung).
Melihat kejadian tersebut maka ibu bayi itu berdo’a, “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti budak itu..” Mendengar ibunya berdo’a demikian, bayi itu langsung melepaskan tetek ibunya dan melihat budak yang sedang dipukuli. Kemudian bayi itu berdo’a, “ Ya Allah, jadikanlah aku seperti budak itu.”
Kemudian bayi itu menjawab, “Sesungguhnya laki-laki yang lewat tadi adalah orang yang berbuat aniaya dan semena-mena, sehingga aku berdo’a, ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti orang itu..’. Sedangkan budak perempuan yang dituduh berzina dan mencuri sebenarnya dia tidak berzina dan tidak mencuri, sehingga aku berdo’a, ‘Ya Allah, jadikanlah aku seperti dia’.”